PILIH-PILIH DOKTER
Memilih dokter yang baik memang tidak mudah. Dibutuhkan kepekaan dan sikap kritis pasien. Jangan terpaku pada tempat tetapi kualitas pelayanan. Bagaimana cara memilihnya?
Apapun keluhannya, yang pertama kali harus didatangi adalah dokter umum. ”Sekalipun
anda punya uang lebih untuk ke dokter spesialis, standarnya demikian. Sebab dokter
umumlah yang akan melakukan diagnosis dan jika memang harus dirujuk maka ia akan
merujuk ke dokter spesialis,” kata Dr.Marius Widjajarta, Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia.
Saat diperiksa, pasien harus menjelaskan secara detil keluhan yang dirasakan.
Misalnya keluhan utama, keluhan tambahan, riwayat penyakit sekarang dan penyakit terdahulu, riwayat penyakit keluarga, dan riwayat alergi. Dalam melaksanakan tugas,
dokter umum akan melakukan anamnesis. Jika diperlukan, dokter akan meminta pemeriksaan tambahan, misalnya pemeriksaan laboratorium.
PILIH DOKTER
Pasien harus memiliki sikap kritis. Misalnya, sebelum keluar dari ruang praktik,
jangan lupa menanyakan diagnosis, kalau belum ditemukan, ke arah mana. Tanyakan
juga manfaat dan kegunaan pemeriksaan yang dilakukan. Begitu juga dengan resep
yang diberikan, pasien harus menanyakan aturan pakai dan efek samping, lalu apa
pantangan makanan dan minumannya.
Lantas bagaimana caranya memilih dokter yang tepat? ” jangan yang terlalu sibuk,
jangan yang pasiennya terlalu banyak sehingga memiliki waktu sekitar 2 menit untuk
setiap pasiennya,” kata Marius.
Menurut marius, tempat praktik yang baik tidak selamanya berkaitan dengan dokter
yang baik. Sebab tidak sedikit tempat tempat praktik yang sederhana atau cenderung
kumuh, tidak mewah tapi banyak pasien yang datang. Itu artinya tempat tidaklah
menjadi jaminan kalau praktiknya baik. ”Jangan cari ruangan tapi carilah sikap dan
pelayanannya,” pesan Marius.
Dalam penyembuhan penyakit, ada faktor psikologis yang ikut berperan. Itulah
sebabnya terkadang belum minum obat, hanya bicara ringan dengan dokter, sudah
sembuh. Itu berarti dokter melakukan tugas dengan sepenuh hati sehingga membuat si
pasien nyaman. Ketika pasien merasa nyaman, hal tersebut akan menjadi sugesti
tersendiri dalam proses kesembuhannya.
Begitu juga dengan semakin panjang antrian pasien tidak dapat dijadikan indikator
tempat praktik yang baik. Marius menyarankan untuk mencari tempat praktik yang sedang-sedang saja, tidak terlalu banyak pasien dan tidak terlalu sedikit. Sebab kalau terlalu sedikit biasanya orang tidak yakin kualitasnya. ” Jika sudah tidak yakin bagaimana dapat sembuh?” tanya Marius.
Begitu juga tempat praktik yang sederhana. Jika menggunakan standar kesehatan yang berlaku, tidak masalah. Soal harga itu sangat relatif. Terkadang ada juga yang tidak laku tapi harganya mahal, atau sebaliknya tidak sedikit tempat praktik yang ramai tetapi harganya murah. ” yang pasti selama masih terjangkau itu masih baik,
”imbuh Marius.
Tips Memilih Dokter dan Tempat Praktik
· Tidak selalu harus mewah tapi representatif
· Bersih dan sesuai dengan kaidah kesehatan
· Memiliki administrasi yang tertib (tertib administrasi)
· Ruang tunggu yang memadai
· Tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi
· Sumber daya manusia yang baik
Salam
edita artikel dari rkapitan@thiess.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar